Mengingat Kematian
29 05 2008
12 : 05
Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja tanpa kita ketahui kedatangannya. Kematian adalah proses alamiah yang akan dirasakan setiap makhluk (manusia, hewan dan tumbuhan), baik itu orang yang tua, muda, sehat, sakit, kaya ataupun miskin,
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Tidaklah seseorang pada suatu hari, datang ke alam kubur (mati), kecuali alam kubur tsb. mengucapkan akan lima hal, yaitu (1) Aku adalah rumah pengasingan; (2) Aku adalah rumah kesendirian; (3) Aku adalah rumah ketakutan; (4) aku adalah rumah kegelapan; (5) aku adalah rumah cacing-cacing tanah.
Sabda Nabi Saw: "Sesungguhnya alam kubur merupakanpertamanan dari taman-taman surga, atau merupakan jurang dari jurang-jurang neraka".
Bagaimana pun juga, mengingat mati itu ada pahala dan keutamaannya. Manusia yang tenggelam dalam keduniaan tentu hatinya lalai mengingat mati. Jika diingatkan tentang mati, maka dia merasa tidak suka dan menghindar. Meskipun mengingat mati, maka dia akan menyayangkan terhadap keduniaan yang belum diraihnya. Ingatan tentang kematian hanya akan semakin jauh dariAllah.
Sedangkan bagi orang yang mengingat mati tentu mempunyai manfaat yaitu memendekkan angan-angan untuk lama tinggal di dunia yang fana ini, kerana panjang angan-angan merupakan sebab paling besar lahirnya kelalaian, menjauhkan diri dari cinta dunia dan redha dengan yang sedikit, menguatkan keinginan pada akhirat dan mengajak untuk berbuat ta'at, mengajak bersikap rendah hati (tawadhu'), tidak sombong, dan berlaku zalim, mendorong sikap toleransi, mema'afkan teman dan menerima kesalahan dan kelemahan orang lain, mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi, mendorong untuk bertaubat dan muhasabah kesalahan masa lalu.
Rasulullah SAW bersabda,¡ÈPerbanyaklah mengingat mati karena hal itu akan menghapus dosa dan menghilangkan perasaan cinta dunia dalam hatimu.¡É
Rasulullah SAW pernah ditanya, ¡ÈSiapakah manusia yang paling berakal dan paling bijaksana?¡É
Rasulullah SAW menjawab,¡ÈOrang yang paling berakal adalah orang yang paling banyakmengingat kematian. Sementara orang yang paling bijaksana adalah orang yangpaling baik persiapannya. Dia akan mendapat kemuliaan di dunia dan akhirat.¡É
Semoga kita termasuk orang yang berakal dan bijaksana seperti yang dikatakan rasulullah, Amien.
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/116_955_2008_05
Komentar Anda